Rencana Induk Pengembangan Pertanian dan Perikanan Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah

Pengembangan sektor pertanian di daerah perkotaan merupakan salah satu upaya untuk menjamin ketahanan pangan di masa depan. Isu ketahanan pangan adalah hal yang krusial bagi kawasan perkotaan di masa depan.  Meskipun masuk sebagai kategori “kota”, Kota Palu memiliki potensi pada sektor pertanian untuk dikembangkan. Kota ini masih memiliki lahan-lahan yang siap dimanfaatkan untuk aktivitas pertanian. Salah satu manfaat dari keberadaan pertanian di daerah kota adalah berkurangnya rantai waktu transportasi bahan pangan sehingga bahan tersebut dapat lebih cepat sampai ke konsumen dalam kondisi yang masih segar. Harga di level konsumen juga bisa lebih murah karena rendahnya biaya transportasi. Lokasi Kota Palu yang terletak di perbatasan antara daratan dan lautan juga menguatkan kota ini untuk memproduksi pangan di sektor perikanan.

Pada tahun ini dilaksanakan kegiatan “Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pertanian dan Perikanan Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah”. Tujuan dari penyusunan dokumen ini adalah 1) untuk mempercepat pengembangan pertanian dan perikanan sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan agribisnis dan industri kecil; 2) memperluas lapangan kerja, meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan; 3) memberdayakan ekonomi rakyat, terutama masyarakat kecil dan meningkatkan kesejahteraan rakyat; 4) memelihara kualitas dan fungsi lingkungan hidup serta meningkatkan perubahan pengelolaan sumber daya alam dan penataan ruang.

Beberapa komoditas unggul yang diusahan di Kota Palu, diantaranya pertanian pangan yang layak untuk dipertimbangkan sebagai komoditas unggulan adalah padi dan jagung. Tanaman hortikultura yang layak untuk dipertimbangkan menjadi komoditas unggulan adalah bawang merah, anggur, dan mangga. Beberapa sektor peternakan dapat dipertimbangkan sebagai komoditas unggulan, yaitu sapi, domba, kambing, ayam ras pedaging, dan ayam buras. Komoditas sektor perikanan budidaya yang masuk dalam kategori komoditas unggul adalah nila, lele, dan udang vaname.

Penentuan beberapa komoditas unggul, dilihat berdasarkan faktor tumbuh dan nilai ekonomi yang dapat diusahakan. Secara umum, peluang dari pengembangan sektor pertanian baik palawija, sayuran, buah-buahan, dan perkebunan adalah 1) Kota Palu sebagai ibu kota provinsi merupakan pangsa pasar yang besar bagi produk-produk pertanian, 2) peningkatan jumlah penduduk yang makin banyak memerlukan pasokan bahan pangan yang terus meningkat, 3) varietas/klon baru yang dapat digunakan untuk peningkatan produksi dan produktivitas, 4) pengembangan pengolahan (hilirisasi) produk-produk pertanian, dan 5) sistem penjualan secara online pada produk-produk pertanian. Ancaman bagi pengembangan ini sektor pertanian adalah 1) peralihan fungsi lahan pertanian menjadi fungsi-fungsi yang lain, 2) masuknya produk-produk pertanian dari daerah sekitar Kota Palu, dan 3) impor buah dan sayuran dari luar negeri.

Pada sektor peternakan, peluang pengembangan sektor peternakan adalah 1) tingginya kebutuhan komoditas pangan hewani asal peternakan, 2) potensi pasar untuk ternak hidup dan produk ternak lainnya lintas pulau,  3) terbukanya produk bibit ternak unggul untuk wilayah kabupaten sekitar, 4) potensi pertanian dan perkebunan di luar wilayah sebagai sumber pakan penguat/konsentrat berbasis by product, 5) tingginya minat investor baik swasta dan BUMN dalam bidang peternakan. Sedangkan ancamannya adalah 1) ancaman impor daging dan ternak hidup dari luar negeri, 2) ancaman penyakit ternak yang melewati jalur lintas provinsi, 3) introduksi sumberdaya bibit ternak dari luar daerah, 4) persaingan komoditas dari daerah/kabupaten lain.

Peluang dari pengembangan sektor perikanan budidaya adalah 1) kebutuhan akan protein seiring pertumbuhan penduduk, 2) ikan nila sebagai komoditas perikananbudidaya air tawar paling populer di Indonesia, 3) udang vaname yang paling bankable dan punya pasar ekspor (AS, Jepang, China), dan 4) pasar online produk pertanian. Sedangkan ancaman yang ada adalah 1) beberapa komoditas perikanan budidaya didatangkan dari luar Propinsi; 2) pemasaran ikan nila bersaing dengan Provinsi Sulawesi Utara; 3) ekspor udang vaname harus berebut pasar dengan India, Ekuador, Vietnam, Thailand; dan 4) asar online produk pertanian

 

label, , ,

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *