Neraca Satelit Pariwisata Daerah Provinsi Sumatera Barat

sumber foto: https://daerah.sindonews.com/read/286616/29/sejarah-jam-gadang-di-bukittinggi-dan-berkibarnya-bendera-merah-putih-1609423966; https://en.wikipedia.org/wiki/Pagaruyung_Palace

Sumatera Barat dianugerahi keindahan alam dan budaya yang melekat serta kuliner yang lezat. Potensi yang dimiliki ini memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. Sektor pariwisata di Sumatera Barat saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan akan pariwisata. Pembangunan sektor pariwisata diarahkan untuk menjadi sektor andalan dan penarik ekonomi nasional yang mampu menggalakkan berbagai kegiatan ekonomi guna menyediakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan perolehan pendapatan asli daerah (PAD). Dengan demikian, banyaknya wisatawan yang berkunjung dan besarnya dana yang dibelanjakan oleh wisatawan selama berada di Sumatera Barat akan sangat menentukan besar kecilnya penerimaan daerah tersebut.

Selain dari sudut pandang ekonomi, dampak dari pariwisata juga diharapkan akan mempengaruhi sektor lainnya seperti pertanian dan perdagangan. Untuk mengetahui dan mempelajari dampak ini maka diperlukan suatu kajian atau alat analisis berupa tabel input-output (tabel I-O) yang disusun menjadi Neraca Satelit Pariwisata Daerah (Nesparda) untuk pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan. Neraca Satelit Pariwisata Daerah Sumatera Barat merupakan suatu instrumen yang dapat mengukur peranan sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah Sumatera Barat dari sisi permintaan dan penawaran, perkembangan kunjungan wisatawan dan proyeksinya, menilai kontribusi sektor pariwisata terhadap pembentukan output wilayah, besarnya peredaran uang yang tercipta dari aktivitas pariwisata, dan rekomendasi kebijakan untuk mendorong kepariwisataan di Sumatera Barat sehingga diharapkan dapat mendorong perekonomian daerah di Sumatera Barat.

Berdasarkan hasil survei post traveler, pengeluaran wisatawan nusantara di Sumatera Barat tahun 2019 rata-rata sebesar Rp 1,06 juta/orang/kunjungan. Didominasi oleh wisatawan lokal asal Sumatera Barat dengan rata-rata pengeluaran Rp 836 ribu/orang/kunjungan lebih rendah dibanding rata-ratan pengeluaran wisatawan luar Sumatera Barat yaitu sebesar Rp 1,58 juta/orang/kunjungan dimana sebagian besar berasal dari Riau dan Jambi. Pengeluaran wisatawan mancanegara di Sumatera Barat tahun 2019 rata-rata sebesar Rp 8,41 juta/orang/kunjungan. Proporsi pengeluaran terbesar wisatawan nusantara maupun mancanegara adalah untuk pengeluaran transpostasi, makan dan minum serta akomodasi.

Peranan pariwisata terhadap seluruh sektor perekonomian di Sumatera Barat tahun 2019 cukup besar terhadap output wilayah sebesar Rp 28,72 triliun (atau sekitar 7,09% dari total output), terhadap Nilai Tambah Bruto sebesar Rp 15,92 triliun (atau sekitar 6,87% dari total Nilai Tambah Bruto). Sektor pariwisata yang terdampak paling besar dari adanya aktivitas pariwisata adalah sektor makan dan minum serta sektor akomodasi. Sama halnya dengan sumber pengeluaran wisatan untuk belanja makan minum, akomodasi, sewa kendaraan, perjalanan dan jasa pariwisata lainnya, menyebabkan peredaran uang tahun 2019 diperkirakan sebesar Rp 9,0 triliun.

Berdasarkan hasil proyeksi kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara Provinsi Sumatera Barat selama tahun 2021-2024 akan terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 jumlah wisatawan mancanegara diproyeksikan sebanyak 2.002 orang dan di tahun 2024 meningkat menjadi 2.585 orang. Sedangkan wisatawan nusantara di tahun 2021 juga meningkat dibandingkan tahun 2020 karena banyaknya wisatawan nusantara yang berkunjung dengan jalur darat. Jumlah wisatawan nusantara ini terus meningkat di tahun 2024 menjadi 9.519.417 orang.

Adapun rekomendasi yang diberikan yaitu, (1)Mendorong peningkatan investasi prasarana dan sarana pariwisata di berbagai destinasi wisata melalui kemitraan sektor publik dan swasta serta kemudahan perizinan dan dukungan regulasi untuk kepastian berinvestasi. (2)Mendorong peningkatan belanja pemerintah daerah dalam struktur APBD baik provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Sumatera Barat untuk pembangunan kepariwisataan daerah, (3)Mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif untuk kapitalisasi potensi dan sumberdaya lokal serta penguatan citra Sumatera Barat sebagai kota wisata, kota kuliner, dan kota budaya, (4)Meningkatkan promosi pariwisata Sumatera Barat melalui berbagai media dan penyelenggaraan event kepariwisataan baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional melalui koordinasi bersama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pelaku industri pariwisata, (5)Membangun sistem pencatatan data kunjungan wisatawan yang dilakukan secara berkala oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Sumatera Barat, khususnya pencatatan pengunjung di hotel/penginapan, imigrasi dan jasa biro perjalanan wisata (untuk wisatawan mancanegara dan luar Sumatera Barat), dan pencatatan di lokasi objek wisata (untuk wisatawan lokal dan luar Sumatera Barat), (6)Melakukan edukasi dan pelibatan masyarakat lokal dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mendukung kegiatan kepariwisataan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

label, ,